Pages

14 June 2010

ISLAM DAN DASAR PENDIDIKAN

ISLAM DAN DASAR PENDIDIKAN[1]

Oleh Muhammad AR

Islam adalah wahyu abadi dari Allah yang disampaikan kepada manusia melalui serangkaian para Nabi sejak Nabi Adam a.s, hingga kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai Nabi terakhir yang menyempurnakan seluruh ajaran Islam dengan mendapat jaminan dan dukungan Allah pencipta alam ini. (Al-Najjar, 1988). Setiap nabi membawa dan menyebarkan agama Allah yaitu membawa missi agama tauhid yang mengesakan Allah dan kemudian disempurnakan oleh nabi akhir zaman---Muhammad SAW dan ini mendapat pengakuan Allah melalui al-Qur’an.Islam merupakan sebuah agama yang didasarkan seluruhnya pada wahyu Allah dan Sunnah Rasul-Nya Muhammad SAW.

Tidak ada keraguan terhadap risalah Islam ini, karena telah mendapat legitimasi Allah dan Rasul. Barang siapa yang benar-benar berpegang teguh padanya secara totalitas maka dia akan mendapat kejayaan dunia dan akhirat. Apabila Islam digunakan sebagai pandangan hidup (way of life) dalam setiap disiplin ilmu dan sisi kehidupan dan tidak terkecuali dalam hal ehwal pendidikan, manusia akan memperoleh petunjuk dan sudah pasti tergiring ke jalan yang lurus dan benar. Pendidikan yang dimaksud disini adalah yang bersumber pada Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW, berazaskan tauhid, adanya integritas antara iman, ilmu dan amal serta memisahkan antara konsep ilmu agama dan ilmu yang bersifat duniawi, pendidikan agama dan pendidikan umum.

Islam adalah al-Deen yang diwahyukan Allah SWT melalui rasul-Nya untuk manusia di alam ini. Asas utama Islam terbentuk dari tiga aspek yaitu akidah, ibadah dan akhlak. Ketiga aspek ini sangat berperan dalam kehidupan seorang muslim dalam melaksanakan konsep al-Deen ini. Apabila akidah sebagai keimanan hanya dijalankan kepada Allah SWT, disempurnakan melalui syari’ah dengan pelaksanaan ibadah secara umum dan khusus. Dengan menggabungkan kedua-duanya maka lahirlah akhlak Islam (Makhsin, 2003).

Kata Islam adalah bahasa Arab bermakna penyerahan diri secara damai, penerimaan yang menyenangkan dan memperhambakan diri dengan tulus terhadap segenap perintah Allah. Dengan demikian, agama Islam merupakan penyerahan diri yang menyenangkan terhadap kehendak Allah, taat kepada perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya, berpegang teguh ajaran-Nya, mengikuti petunjuk dan bimbingan-Nya berdasarkan Islam yang kita miliki.

Islam tidak didasarkan atas penyimpangan dan iman tidak akan terwujud tanpa perbuatan nyata (Al-Najjar, 1988).Islam artinya “pasrah” atau “patuh” kepada Allah. Orang Islam bermakna muslim yang patuh kepada seluruh perintah Allah, sementara orang yang menolak atau tidak mematuhi Allah, maka dia dinamakan kufur (ingkar), lihat Dr. Muhammad Imaduddin Abdul Rahim (2002). Orang Islam identik dengan orang yang patuh dan ta’at kepada perintah Allah dan Rasul SAW dan sesuai dengan makna Islam itu sendiri, namun jika seorang muslim gagal menjalankan kepatuhannya kepada segenap perintah Allah dan Rasul maka predikat “patuh, ta’at, dan pasrah kepada perintah Allah dan Rasul perlu ditinjau kembali sebab dia/mereka telah melakukan yang melanggar ajaran Islam.

Pendidikan merupakan suatu proses transmisi secara formal dan informal yaitu ilmu pengetahuan dan keahlian yang terjadi antara satu generasi ke generasi berikutnya (Dawi, 2002). Sedangkan (Langgulung, 1991) memberikan definisi tentang pendidikan berdasarkan tinjauan kemasyarakatan dan individu.

Dari segi kemasyarakatan pendidikan bermakna warisan kebudayaan dari generasi tua kepada generasi muda agar hidup masyarakat tetap berkelanjutan dengan kata lain masyarakat memiliki nilai-nilai budaya atau adat-istiadat yang ingin diwariskan kepada generasi berikutnya agar tetap dilestarikan. Dari segi individu pendidikan dapat dimaknakan sebagai pengembangan potensi-potensi pada diri manusia yang terpendam dan tersembunyi, individu itu laksana lautan yang dalam yang penuh dengan mutiara dan bermacam-macam ikan dan kehidupan air lainnya, tetapi tidak kelihatan.

Pendidikan Islam pada intinya adalah wahana pembentukan manusia yang berbudi luhur. Dalam ajaran Islam masalah akhlak tidak dapat dipisahkan dari iman,keimanan merupakan hati, akhlak adalah pantulan iman yang berupa prilaku, ucapan dan sikap. Dengan lain perkataan dapat dikatakan bahwa akhlak adalah amal shaleh, iman adalah maknawi (abstrak) sedangkan akhlak adalah bukti keimanan dalam bentuk perbuatan yang dilakukan dengan kesadaran karenan Allah semata (Ainurrofiq Dawam, 2003)

Pendidikan Islam merupakan sebuah sistem yang berusaha mengembangkan dan mendidik segala aspek pribadi manusia dengan segala kemampuannya. Termasuklah kedalamnya pengembangan segala segi kehidupan manusia/masyarakat misalnya sosial budaya, ekonomi dan politik; serta bersedia menyelesaikan problema masyarakat masa kini dalam menghadapi tuntutan-tuntutan masa depan dan memilihara sejarah dan kebudayaannya (Omar al-Syaibani, 1991).

Pendidikan Islam perlu memikirkan baik secara jangka panjang maupun jangka pendek, masa aman maupun masa darurat. Sebagai contoh bagaimana menangani permasalahan pendidikan anak-anak dan orang dewasa pasca gempa bumi dan tsunami di Aceh di kamp-kamp pengungsian dan di rumah-rumah penduduk yang bertebaran di mana-mana.

Pendidikan Islam lebih banyak dihadapkan kepada akhlak dan sopan santun serta penghayatan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari (Mohd Kamal Hasan, 2003). Pendidikan Islam sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi keruntuhan moral, penangkalan aqidah, budaya korup dan sejenisnya. Karena itu pendidikan Islam secara sempurna menggunakan kurikulum yang sesuai dengan al-Quran dan sunnah Rasulullah SAW. Lihatlah contoh bagaimana Allah mendidik Rasul dan para ambiya-Nya, bagaimana Nabi Muhammad SAW mendidik para sahabat-Nya dan umat Islam secara umum sewaktu baginda berkuasa. Jadilah contoh teladan yang harus diikuti dalam pelaksanaan pendidikan Islam. Dalam rangka mendapat kejayaan dalam pelaksanaan pendidikan Islam perlu adanya keterlibatan keluarga/orang tua dan masyarakat sebagai penanggung jawab secara formal maupun informal.

Islam memiliki cara tersendiri bagaimana mendidik dan mengajarkan anak-anak dan generasi muda dan juga mempunyai bahan pelajran yang sesuai dengan peringkat umur dan peredaran masa dan ini bisa dipelajari dan kembali kepada pendidikan Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Baginda telah berhasil mendidik para sahabat dan anak-anak orang Islam, serta para muallaf yang baru memeluk agama Islam.

Model pendidikan Islam ala Rasulullah SAW perlu dijadikan modal dan uswatun hasanah dalam mendidik generasi muda dalam setiap zaman.Muhammad SAW sebagai pemerintah, orang tua, pendidik dan sekaligus sebagai wakil Allah di bumi ini yang telah terbukti keberhasilannya dalam mendidik dan menggembleng para sahabatnya dan ummat Islam secara umum ketika beliau masih hidup. Ini sebagai pertanda bahwa untuk berhasilnya pendidikan haruslah adanya komitmen sejumlah orang dan institusi yang saling bahu membahu memantau dan memberi perhatian terlaksananya proses belajar dan mengajar. Kepedulian semua pihak menunjukkan adanya perasaan bersama dalam membangun bangsa dan negara di masa yang akan datang.

Dukungan dan Tanggungjawab Keluarga

Ini adalah tanggungjawab yang menyeluruh yang diletakkan oleh Islam di leher setiap muslim, yang tak ada seorangpun bebas darinya. Sehingga kedua orang tua bertanggungjawab untuk mendidik anak-anaknya dengan pendidikan Islam yang cermat (Ash-Shafti, 2003). Keluarga atau orang tua merupakan garda terdepan dalam menentukan kemana arah pendidikan anak-anak. Peranan orang tua sangatlah menentukan dalam mendidik, membimbing, dan memberi semangat belajar kepada anak-anak. Kita harus tahu bahwa seorang anak selalu siap untuk menyerap segala bentuk pendidikan dan pengajaran. Jika bapak, ibu atau walinya berkehendak, maka mereka dapat merubah seorang anak menjadi manusia teladan (Sultani, 2004).

Anak adalah amanah dari Allah yang dititipkan kepada orang tua supaya mereka dididik dengan baik, diberi nama dengan baik, diberi pendidikan dengan secukupnya, diajarkan dasar-dasar pendidikan Islam dan halal-haram, baik dan buruk serta akhlak yang mulia. Dalam Al-quran Allah berfirman yang artinya “Hai orang-orang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah munusia dan batu.......” (Q. S ; at-Tahrim: 6)

Di samping memenuhi dukungan materil dan spirituil kepada anak-anak untuk belajar, orang tua atau pihak keluarga perlu mengirim anak-anak mereka untuk mencari ilmunya agar dapat mengenal Allah dengan asma-Nya, sifat-Nya, mengetahui perkara-perkara yang dibenci-Nya dan mengetahui jalan untuk mencapai kecintaan-Nya serta menjauhi apa yang dimurkai-Nya. Apabila seseorang merasa mencapai ilmu itu, maka ia akan lebih takut kepada Allah sesuai dengan firman-Nya, “Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya adalah para ulama”.

Perlu disadari bahwa keluarga merupakan unit pertama bagi masyarakat pada tahap institusi. Ini merupakan jembatan yang dilalui untuk generasi muda/anak-anak di masa yang akan datang. Keluarga merupakan sistem yang paling khusus dan sangat tersendiri untuk pendidikan awal. Keluarga merupakan lingkungan yang mula-mula sekali dihayati oleh seorang bayi setelah lahir. Dalam keluargalah ia berinteraksi dan mengambil dasar-dasar bahasa, nilai-nilai, standar prilaku, kebiasaan, kecendrungan jiwa dan sosial dan pembentukan nilai-nilai kepribadian. Keluarga juga merupakan sebuah institusi awal yang memenuhi kerja sama antara lelaki dengan perempuan serta sebagai pusat pembentukan kpribadian seorang anak (Al-Syaibani, 1991)

Tanggung jawab kesatuan dan kebersamaan keluarga terletak pada setiap individu di dalam keluarga. Dalam keluargalah mulai dibina rasa sayang terhadap yang kecil dan menghormati yang besar dan juga menghormati kedua orang tua (Hasan Manshur,2002). Dan ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya yang bermakna : “Bukan termasuk golongan kami, seorang yang tidak menghormati yang besar dan tidak menyayangi yang kecil”.Hadits ini menggambarkan betapa pentingnya menebarkan rasa kasih sayang dan saling menghormati antara yang besar dengan yang kecil dan pembinaan ini dimulai dari rumah atas bimbingan seorang ayah dan ibu/keluarga.

Islam sangat konsen terhadap kasih sayang dan penghormatan karena perkara ini akan mengundang keharmonisan baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat. Ini merupakan dambaan semua manusia yang normal yang perlu dikasihi dan disayangi serta begitu pula sebaliknya tidak suka dibenci dan dimusuhi.

Keluargalah yang membuka mata seorang anak dan dari sinilah dimulainya pengenalan tentang baik dan buruk serta halal dan haram yang selalu kita dengar dari mulut ayah dan ibu. Peranan mereka sangatlah besar baik dalam mendidik maupun dalam memberikan pendidikan awal bagi setiap anak, oleh karena itu ilmu dan kewibawaan ayah dan ibu benar-benar diperlukan untuk menentukan masa depan anak dan kelangsungan hidup mereka dalam bermasyarakat.

IIIDukungan dan Tanggungjawab Masyarakat

Masyarakat Islam dan pendidikan merupakan dua istilah yang tidak dapat dipisahkan di antara keduanya (Muhammad AR, 2003). Banyak perintah melalui hadits Rasulullah SAW yang menyuruh kita untuk belajar atau menuntut ilmu. Tugas ini pertama lebih dipundakkan kepada individu dan peran orang tua dalam keluarga, kemudian masyarakatpun tidak boleh lepas tangan dan menghindari tanggungjawab mereka dalam memantau pendidikan generasi muda.

Terjadinya dekadensi moral generasi muda dalam masyarakat bukan tidak mungkin karena kurang pedulinya masyarakat. Masyarakat yang di dalamnya ada pemerintah yang terdiri dari pejabat sipil dan militer perlu menjaga dan memelihara merebaknya penyakit masyarakat apabila mereka sungguh merespon dan membuka mata terhadap gejala sosial yang ada dalam masyarakat. Dalam hal ini pendidikan anak-anak dan generasi muda diperlukan banyak kependulian masyarakat apalagi masyarakat Aceh yang menjadi korban gempa bumi dan tsunami setelah tanggal 26 Desember 2005.

Pendidikan begitu penting bagi individu dan masyarakat. Kepentingan pendidikan tidak hanya terbatas kepada suatu umat/kaum, masyarakat tertentu atau khusus untuk suatu zaman/masa saja, tetapi meliputi seluruh umat dan segala zaman dan termasuklah umat Islam pada zaman sekarang ini. Oleh karena itu wajib bagi masyarakat Islam, pemimpin dan para ulama serta intelektual memberikan perhatian penuh terhadap kelangsungan pendidikan anak bangsa (Langgulung, 1991).

IV Tugas Pengajaran Pendidikan Islam

Pasca gempa bumi dan tsunami banyak gedung sekolah hancur, banyak murid dan guru meninggal dunia. Kebanyakan orang serta anak-anak tinggal di kamp-kamp dan barak-barak pengungsian, aktivitas belajar mengajarpun sangat bervariasi tempatnya, begitu pula pendidikan agama yang belum terorganisir dengan rapi/permanen.

Banyak bantuan datang dari berbagai pihak tanpa mengira bangsa atau agama mereka, namun tidak tertutup kemungkinan ada pihak-pihak tertentu memanfaatkan situasi ini dengan dalih memberi bantuan disertai dengan misi tertentu yang harus dilaksanakan menurut pesan sponsor. Bagaimana sikap masyarakat, orang tua, dan unsur-unsur lainnya menangani pendidikan Islam dalam situasi kritis ini? Ini sebuah tugas mulia dan kepada setiap muslim dipundakkan kewajiban tersebut, mahu tidak mahu, harus dilaksanakan walau dalam situasi apapun.

Dalam pendidikan Islam, seorang guru bertanggung jawab mendidik murid, mendewasakannya, menjadikannya jujur dan berbudi pekerti luhur, membuat mareka terampil demi mempersiapkan masa depan mareka .......( Muhammad AR, 2003) Menurut perfektif Islam guru adalah sebuah profesi yang ditugaskan untuk membentuk manusia yang kamil sehingga anak didik mampu memahami dan menghayati apa tugas mareka terhadap diri sendiri, masyarakat, alam sekeliling dan terhadap Allah SWT sebagai Khalik.

Guru sama dengan pemimpin negara dalam mendidik masyarakat karena merupakan ibadah. Dalam pendidikan Islam, kita di suruh mencari ilmu agar kita dapat memahami yang hak atau yang benar dan membedakan yang baik dan buruk, yang bermanfaat dan merusak. Begitulah tingginya kedudukan manusia yang berilmu dan pengajar ilmu kepada orang lain (guru) menurut pandangan Islam (Sufean Hussin, 1996)

Dalam rangka menjalankan tugas pengajaran dan penyebaran pendidikan Islam maka tugas guru adalah sangat berat demi mendidik anak bangsa. Menurut Atan Long (1988) seorang guru perlu kiranya introspeksi apakah dia, paling tidak, memiliki tiga sifat penting yaitu

(1) Kepribadian, (2) Latar belakang Pengetahuan, (3) Metode atau cara penyampaian.Dalam masyarakat Islam, seorang guru yang bergelut dalam dunia pendidikan Islam perlu memiliki persediaan awal untuk dapat memastikan apakah kejayaan di capai dalam mengajar. Akhlak guru, ilmu yang dimiliki guru, sikap guru, kesabaran, keikhlasan, metodologi penyampaian.

Pengajaran kepada murid merupakan hal-hal yang perlu dimiliki untuk mentransfer ilmu pengetahuan.Keberhasilan dan keberkesanan pendidikan Islam ada kaitannya dengan kesadaran para guru terhadap tanggung jawab, kesempurnaan ilmunya dan keluhuran budi pekertinya. Ini merupakan kriteria pribadi pendidik yang perlu dimiliki dalam menyampaikan pendidikan. Dalam Islam, ilmuwan, para intelektual, gur, ulama tidak dibenarkan membisu di tengah umat yang sedang sakarat. Sebagai pewaris nabi, mereka sebagai tempat terhimpunnya khazanah ilmu Allah dari sudut fakta dan tafsiran.

Guru sebagai cermin dalam kehidupan dan panutan bagi murid dan masyarakat (lihat Ahmad bin Mohd Salleh, 1995).Dalam proses belajar mengajar sudah pasti melibatkan dua pihak yaitu pengajar dan yang diajar atau antara guru dan murid, antara pelatih dan yang dilatih. Target pelatihan atau pengajaran memang pasti ada dan metode penyampaian pun sangat berbeda-beda dalam mencapai target tersebut. Dalam hal ini guru/pelatih/instruktur perlu menggunakan media pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Arief S. Sadiman dkk (2003) mengatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima atau dari tutor kepada peserta sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat murid/peserta/partisipan sehingga terjadilah proses belajar mengajar dengan lancar.

Hasan Manshur (2002) menambahkan bahwa seorang guru yang bertugas menyampaikan pendidikan Islam kepada siswa harus memiliki beberapa kriteria: 1) guru harus ikhlas karena Allah, 2) guru hjarus menjadi tauladan bagi murid/siswa, 3) gurus harus membalas penghormatan murid dan menanamkan rasa kasih sayang dengan mereka, 4) guru harus berlaku adil dalam setiap aktivitasnya di sekolah, 5) gurus harus menguasai ilmu yang diajarkan dan harus banyak membaca sebagai rujukan, 6) guru harus menyampaikan pengalaman hidupnya dan keberhasilannya kepada murid, dan 7) guru harus menanamkan semangat untuk berijtihad dan mengandalkan diri sendiri dalam berpendapat kepada para muridnya, khususnya para pelajar remaja.

Bibliographi

Abdul Rahim, Muhammad ‘Imaduddin. (2003). Islam Sistem Nilai Terpadu. Jakarta; Gema Insani Press. Ahmad bin Mohd Salleh. (1995). Pendidikan Islam (Dinamika Guru). Shah Alam, Malaysia: Fajar Bakti SDN. BHD. Ainurrofiq Dawam dalam Muhammad AR. (2003). Pendidikan di Alaf Baru: Rekonstruksi atas Moralitas Pendidikan. Jogyakarta: Prismasophie. Al-Najjar, Zaghlul R. (1988). Source and Purpose of Knowledge. The International Institute of Islamic Thought. Islamization of Knowledge Series No. 5 Al- Syaibani, Omar dalam Muhammad AR. (2003). Pendidikan di Alaf Baru: Rekonstruksi atas Moralitas Pendidikan. Jogyakarta: Prismasophie. Al-Syaibani, Omar. (1991). Falsafah Pendidikan Islam. Shah alam, Malaysia: Hizbi. Arief S. Sadiman, R. Rahardjo, Anung Haryono dan Rahardjito. (2003) cetakan ketujuh.Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Ash-Dshafti, Ali Muhammad Khalil. (2003). Iltizam Membangun Komitmen Seorang Muslim. Jakarta: Gema Insani Press. Azizah Othman dalam Mardzelah Makhsin. (2003). Pendidikan Islam 1: Buku Rujukan bagi Konsep-Konsep Asas Pengajian Islam seperti Fekah, Akhlak dan Sirah. Pahang , Malaysia: PTS Publications & Distributors SDN. BHD. Dawi, Amir Hasan. (2002). Penteorian Sosiologi dan Pendidikan. Edisi kedua. Tanjong Malim, Malaysia: Quantum Books. Hasan Manshur, Syaikh Hasan. (2002). Metode Islam Dalam Mendidik Remaja. Jakarta: Penerbit Buku Islami Mustaqim. Hussin, Sufean. (1996). Pendidikan di Malaysia: Sejarah, Sistem dan Falsafah. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. Langgulung, Hasan. (1991). Asas-Asas Pendidikan Islam. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. Long, Atan. (1988). Psikologi Pendidikan. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. Muhammad AR. (2003). Pendidikan di Alaf Baru: Rekonstruksi atas Moralitas Pendidikan. Jogyakarta: Prismasophie. Mohd Kamal Hasan dalam Muhammad AR. (2003). Pendidikan di Alaf Baru: Rekonstruksi atas Moralitas Pendidikan. Jogyakarta: Prismasophie. Makhsin, Mardzelah. Ed. (2003). Pendidikan Islam 1: Buku Rujukan bagi Konsep-Konsep Asas Pengajian Islam seperti Fekah, Akhlak dan Sirah. Pahang , Malaysia: PTS Publications & Distributors SDN. BHD. Sultani, Gulam Reza. (2004). Hati Yang Bersih Kunci Ketenangan Jiwa. Jakarta: Pustaka Zahra.


[1] Makalah ini Disampaikan Pada Acara Pelatihan Guru Dayah Se Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam di Dayah Tgk Syi’ di Beureu-eh, Beureunuen dari Tgl 18 s/d 20 Maret 2005.

07 June 2010

kata-kata Imam Ghazali

Dalam Al-Ihya menulis: Dalam diri manusia terdapat 4 sifat:

  1. sabiyah (kebuasan)
  2. bahimiyah (kebinatangan)
  3. Syaithaniyah (kesyaitanan)
  4. Rabbaniyah (ketuhanan)

Jika sifat rabbaniyahnya berhasil mengalahkan dan mengendalikan ketiga sifat yang lain, maka akan timbul sifat-sifat yang baik seperti:

  • menjaga kehormatan diri (iffah)
  • cukup dengan apa yang ada (qanaah)
  • tenang
  • zuhud
  • wara’
  • takwa
  • malu
  • jujur
  • berani
  • dermawan
  • sabar
  • suka menolong
  • tahan menderita
  • suka memaafkan
  • teguh pendirian
  • mulia
  • pandai
  • selalu ceria (senyum)

dan sebagainya.

nardzatulakmar@yahoo.com

02 June 2010

Agar wajah selalu segar, berseri-seri dan cantik, cucilah minimum 5 kali sehari dengan air wudhu. 
Jangan langsung dikeringkan, biarkan menitis dan kering sendiri. Lalu ambillah sejadah, shalat, berdzikir, dan berdo'a. 

· Untuk menghilangkan stress,  Cukup dengan memperbanyakkan solat. 


Ketika solat, kita mengerakkan seluruh tubuh. Lalu berkonsultasilah pada Allah SWT dengan dzikir dan do'a. 


· Untuk pelembab, agar awet muda, gunakanlah senyuman. Tidak hanya di bibir tapi juga di hati. Jangan lupa bisikkan 'kata kunci', "Allahuma Kamma Hassanta Khalqii Fahassin Khuluqii" (Ya Allah sebagaimana engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pula ahlaqku). (HR Ahmad).- DOA TENGOK CERMIN 


· Untuk punya bibir cantik, bisikkan kalimat-kalimat Allah, tidak berbohong atau menyakiti hati orang lain, tidak menyombongkan diri atau takabur. 


· Agar tubuh langsing, mulus, diet yang teratur dengan berpuasa seminggu 2 kali, Isnin dan Khamis. Jika kuat, lebih bagus lagi puasa Nabi Daud AS i.e. selang satu hari. Makanlah makanan halal, perbanyak sayuran, buah-buahan, dan air putih. 


· Untuk mengembangkan diri, sebarkan salam dan sapaan. Dengan demikian kita akan banyak dikenal dan disayangi. 

Assalamua'laikum wr wb.........
 .. 

Inilah dia rahsia as-solat, sebagai peringatan bagi yang dah tahu atau panduan bagi yang baru tahu...... 
1 -         Niat Sembahyang : 
    Sebenarnya memeliharakan taubat kita dari dunia dan akhirat.
 


2 -         Berdiri Betul : 
    Fadilatnya, ketika mati dapat meluaskan tempat
 kita di dalam kubur. 


3 -         Takbir-ratul Ihram : 
    Fadilatnya, sebagai pelita yang menerangi
 kita di dalam kubur. 


4 -         Fatihah : 
    Sebagai pakaian yang indah-indah di dalam kubur.
 


5 -         Ruqu' : 
    Sebagai tikar kita di dalam kubur.
 


6 -         I'tidal : 
    Akan memberi minuman air dari telaga al-kautsar ketika didalam kubur.
 


7 -         Sujud : 
    Memagar kita ketika menyeberangi titian SIRATUL-MUSTAQIM.
 


8 -         Duduk antara 2 Sujud : 
    Akan menaung panji-panji nabi kita
 didalam kubur 


9 -         Duduk antara 2 Sujud (akhir) : 
    Menjadi kenderaan ketika kita dipadang Mahsyar.
 


1 0 -         Tahhiyat Akhir : 
    Sebagai penjawab bagi soalan yang dikemukakan
 oleh Munkar & Nankir di  dalam kubur. 


11 -         Selawat Nabi : 
    Sebagai pendinding api neraka di dalam kubur.
 


12 -         Salam : 
    Memelihara kita di dalam kubur.
 


13 -         Tertib : 
    Akan pertemuan kita dengan Allah S. W. T.
 


Dari Abdullah bin 'Amr R. A., Rasulullah S. A. W.bersabda : 
"Senarai di atas adalah salah satu sebab mengapa orang Yahudi /Kafir tidak sukakan angka 13 dan juga Hari Jumaat. Itulah sebab mengapa mereka mencipta cerita yang begitu seram sekali iaitu " FRIDAY the 13th " jika ada di kalangan kamu yang perasan!!!" 


Wassalam. 
"Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..." Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada manusia lain...



khairunnisa@yinson.com.my

21 Pesanan Isteri Untuk Suami




Posted By PakarHowTo On July 27, 2009 (12:03 pm) In Panduan

Baru-baru ini, saya ada menerima email dari salah seorang pembaca setia blog ini. Beliau meminta saya kongsikan ‘21 pesanan isteri untuk suami’ ini dengan semua pembaca blog pakar.

Beliau berkata, sekarang ini, ramai para suami yang ambil mudah dan mengabaikan tanggungjawabnya sebagai ketua keluarga. Sikap ambil mudah dan tidak peduli suami ini menyebabkan banyak masalah rumahtangga yang timbul.
Abang, tolong la jadi suami mithali yer....Rumahtangga yang sepatutnya menjadi tempat istirehat, tempat bermesra, tempat mendapat kasih sayang, tempat yang dapat memberikan ketenangan pada si isteri dan si suami, telah menjadi sebaliknya. Tiada lagi harmoni, tiada lagi ketenangan, tiada lagi kebahagiaan yang dapat dirasai dalam kebanyakan rumahtangga sekarang. Mengapa ini terjadi?

Salah satu punca utama yang menyebabkan kita tidak dapat merasai ketenangan, tidak merasai kebahagiaan dalam hidup berumahtangga ialah kerana disebabkan kegagalan suami berperanan sebagai suami yang mithali.
Justeru, beliau meminta saya kongsikan 21 pesanan isteri untuk suami ini supaya kita semua dapat ambil pengajaran dan manfaat daripadanya.

Berikut adalah 21 pesanan isteri kepada suami, yang saya kira perlu diambil perhatian serius oleh semua yang bergelar suami. Baca dan cubalah amalkan setakat yang termampu yer. :)

  1. Selalulah menghargai usaha dan penat-lelah isteri, terutama isteri yang bekerja dan sama-sama terpaksa menanggung hutang suami.
  2. Bila isteri bercakap, pandanglah mukanya dan buka telinga luas-luas. Biar apa yang dikatakannya masuk telinga kanan dan tersumbat di telinga kiri. Sambil tu otak suami kenalah memproses informasi yang diterima daripada isteri dengan bijak serta prihatin.
  3. Jangan sekali-kali membandingkan masakan isteri atau cara isteri menghias rumah dengan mak anda kecuali masakan/cara menghias isteri anda lebih baik dan canggih daripada emak anda.
  4. Jangan demand seks sekiranya isteri tak ada mood atau letih. Agama suruh kahwin bukan sernata-mata untuk penuni nafsu syahwat saja.
  5. Kalau pasangan dah ada anak, sama-samalah menjaga anak. Benih daripada suami juga. Ada suami, isteri sedang makan disuruh cebok kencing-berak anak sedangkan suami duduk tersandar kekenyangan macam maharaja.
  6. Jangan sekali-kali duduk tersandar depan TV atau relak-relak sedangkan isteri bila balik dari kerja, buka saja kasut terus masuk dapur, memasak, mengemas, membasuh, kejar anak dan sebagainya. Berbulu mata dan sayu hati isteri bila kami tak cukup tangan nak menguruskan rumah tangga sedangkan suami lepas tangan.
  7. Sekiranya suami makan dahulu, tinggalkan sedikit lauk untuk isteri. Jangan bedal semua, sampai giliran isteri yang tinggal ekor ikan sekerat, janggut sotong, ekor tauge. Frust, tau tak!
  8. Kalau nak ajak member ke rumah, beritahu isteri dulu, kalau boleh sehari-dua lebih awal. Jadi bolehlah dia memasak yang best-best dan mengemas rumah cantik-cantik. Bayangkan perasaan isteri kalau tetamu datang terpacak sedangkan kain-baju masih berlonggok belum sempat dilipat, permainan anak masih berselerak dan isteri cuma masak mi segera saja (bukan soal malas masak tapi nak tolong jimatkan perbelanjaan keluarga)
  9. Jangan sekali-kali menyakat isteri tentang saiz badannya yang sihat atau semakin melidi. Tengok body sendiri dalam cermin dulu.
  10. Jangan kentut depan isteri. Hairan ya, masa bercinta dulu kenapa boleh kontrol kentut?
  11. Hormatilah ibu-bapa dan ahli keluarga isteri walaupun anda cuma main wayang bodek mereka masa nak rnengurat isteri anda dulu. Jangan sekali mencaci mereka walaupun secara bergurau.
  12. Jangan kedekut dengan isteri serta keperluan rumah tangga. Sekali atau berkali-kali kala tolonglah membeli minyak masak, bawang, lada, sayur dan sebagainya.
  13. Jagalah maruah anda sebagai suami dan lelaki. Selagi boleh, Jangan bebankan isteri dengan masalah kewangan anda. Selalunya perempuan ni, semakin suami”degil” tak nak minta pertolongan. selagi itulah dia rela nak tolong (lainlah kalau anda kahwin dengan perempuan kedekut!.
  14. Jangan bersepah dan bersikap pengotor. Dah buka baju, letakkan dalam bakul baju kotor, dah cungkil gigi, buanglah dalam bakul sampah, bila dah guna ubat gigi, bubuh, balik penutupnya, dah ambil sesuatu barang, simpan balik di tempat asal. Susah sangat ke?
  15. Rajin-rajinlah bertanya isteri kalau dia perlukan bantuan anda dengan kerja rumah/menjaga anak. Tapi jangan tanya dua tahun sekali. Jangan tunjuk rajin bila ada tetamu di rumah saja.
  16. Hormatilah isteri anda sebagaimana anda mahu dihormati. Mereka pun manusia. Allah berikan banyak keistimewaan kepada para isteri tapi diputar-belitkan tafsirannya oleh orang lelaki untuk kepentingan diri sendiri.
  17. Jangan main kayu tiga. Main lain lagi tak boleh. Kalau isteri anda yang buat, tentu anda tak boleh nak bertolak ansur. Jadi mengapa isteri anda kena bertolak ansur kalau anda buat?
  18. Kalau isteri nampak tak sihat, cepat-cepatlah bawa jumpa doktor. Tunjuk-lah anda mengambil berat tentang dirinya.
  19. Berusahalah dengan ikhlas untuk mempertahankan keharmonian rumah tangga. Jangan buat apa yang isteri tak suka. Percayalah, kalau suami buat baik sekali dengan isteri, isteri balas sepuluh kali.
  20. Berbincanglah dengan isteri sebelum sesuatu keputusan dibuat. Walaupun suami megah ada kuasa veto, tak Jadi bapok kalau pendapat isteri diambil kira. Pokok pangkalnya ialah timbang rasa dan saling menghargai. Cubalah ketepikan ego yang keterlaluan. Bukannya laku bila dah mati nanti.
  21. Jangan buat tak tahu kalau isteri merajuk atau berkecil hati. Kalau perlu minta maaf, minta maaf, kalau perlu pujuk, pujuk. Hati orang perempuan ni sensitif. Kalau isteri rasa suami tak ambil kisah, perasaan bagai dihiris-hiris. Perkara yang dipandang remeh oleh suami boleh menjadi kanser kepada isteri. Kepada para suami khususnya dan kaum lelaki amnya, janganlah dianggap masalah hati dan perasaan orang perempuan ni enteng sahaja. Kalau kita orang semua pakat mogok, anda juga yang rugi!
Klik sini untuk download artikel ini. Jika dapat print out lebih bagus. Sebarkanlah artikel ini kepada  seberapa ramai orang yang boleh, khususnya kepada para suami. Semoga dengan usaha kerdil ini, maka akan menjadi lebih baiklah kehidupan berumahtangga kita, amin insyaAllah.

Semoga saya dan semua para suami semua berlapang dada dan dengan hati yang terbuka menerima permintaan dan pesanan isteri ini. Semoga saya dapat amal apa yang diperkatakan. InsyaAllah.

** Anda suka blog ini? Rekemen la blog PakarHowTo ini kepada kawan-kawan yang lain di sini! **

Artikel lain yang best-best...

Artikel adalah dari Blog PakarHowTo - http://pakarhowto.com
URL to article: http://pakarhowto.com/teknik/21-pesanan-isteri-untuk-suami.html

01 June 2010

Dosa-Dosa & Facebook


Oleh
Zaharuddin Abd Rahman
  
facebook-logo.jpg



Semenjak empat bulan terlibat dalam menyampaikan mesej kebaikan, melarang kemungkaran melalui facebook. Disedari terdapat beberapa cara penggunaannya yang patut ditegah dan boleh jatuh perbuatan tersebut kepada haram, malah berganda-ganda haramnya.

Perlakuan dan perbuatan melalui facebook yang boleh mengundang dosa terlalu banyak, namun di kesempatan ini, cukup saya senaraikan enam perkara, iaitu :-

1)   Mendedah keaiban suami, isteri di facebook.
Terdapat beberapa kes yang dilihat sama ada secara langsung atau tidak langsung, pemilik facebook meluahkan perasaan sedih, kecewa, benci, marah terhadap pasangan di ruang status mereka. Mendesak suami atau isteri juga melalui status facebook. Kemudian, status tersebut mendapat komentar pelbagai dari rakan-rakan mereka.  Sebagai contoh, ada yang secara terbuka mendesak suami membeli rumah, kereta, pinggan mangkuk, perabot, pakaian dan sebegainya melalui status mereka. Tertekanlah suami  serba salah.

Sebagaimana yang disebut oleh ramai specialist di dalam bidang rumah tangga, kebanyakan wanita suka berkongsi dan meluahkan perasaan mereka kepada orang lain sebagai pelepas kepada beban yang ditanggung. Adakalanya ia mungkin bukan bertujuan untuk menjatuhkan suaminya, bukan pula untuk tujuan membuka aib suami atau untuk mencari penyelesaian. Pendedahan itu hanya sebagai pelepas tekanan di dalam diri.

Namun, tanpa disedari perbuatan tersebut tergolong dalam mengumpat yang diharamkan oleh Islam. Semua perlu memahami bahawa mereka tidak boleh sewenangnya bercerita perihal rumahtangga atau pasangan mereka secara terbuka sama ada melalui facebook atau kepada rakan di pejabat dan sebagainya. Sebarang masalah yang sudah tidak dapat diselesaikan olehnya, hanya dibenarkan untuk diluahkan kepada seseorang yang diyakini punyai autoriti seperti ibubapa, mertua dan adik beradik yang diyakini boleh berperanan membantu, bukan berpotensi mengeruhkan lagi keadaan. Boleh juga dikongsikan secara tertutup kepada pihak ketiga seperti Qadhi, Mufti, para ilmuan sama ada Ustaz, Ustazah atau Kaunselor Rumahtangga.

Pendedahan masalah dan info yang boleh mengaibkan suami (dan isteri) TIDAK DIBENARKAN sama sekali disebarkan melalui facebook. Apabila ia dilakukan, ia dengan mudah sekali boleh mengundang dosa.
Terdapat sebahagiannya info tidak secara langsung mengaibkan pasangan, tetapi selaku pembaca, kita dapat ‘membaca' dan mengetahui secara tersirat bahawa si pemilik sedang ‘perang dingin' dengan pasangannya. Ada juga yang difahami, suaminya sedang gagal memenuhi apa yang diingininya, bersifat kurang baik kepadanya dan sebagainya. Ingatlah semua, rumahtangga adalah amanah, jangan meruntuhkannya melalui facebook.
Beramanahlah, berikan suami dan isteri anda password facebook anda, agar mereka sentiasa boleh meneliti mesej-mesej yang dihantar kepada anda. Boleh juga pasangan berperanan selaku penyemak dan memadam (delete) mana yang perlu  jika dimasukkan secara emosi tanpa pertimbangan aqal yang wajar.

2)  Terlebih gambar
Ramai di kalangan wanita hari ini sudah mempunyai facebook, mungkin sudah menjadi lumrah wanita yang biasanya inginkan kecantikan dan pujian terhadap kecantikannya. Oleh itu, semakin ramai wanita yang memuatkan gambar mereka, sama ada jarak dekatsangat dekat ( sehingga memenuhi  kotak gambar) dan jauh (beramai-ramai atau seorang diri).  Ditambah pula lagi dengan gaya, aksi dan fesyen yang pelbagai.

Agak pelik juga kerana sebahagian mereka sudah bersuami dan kelihatan suami mereka memberikan sepenuh keredhaan atas tayangan gambar sedemikian kepada khalayak, tanpa sebarang rasa cemburu dan prihatin. Lebih merbahayakan, ramai pula lelaki yang menontonnya, sebahagiannya memberikan pujian, malah ada yang berani bergurau senda, dan membuat ‘lamaran' nafsu.

Lebih pelik, tuan punya facebook yang sepatutnya mampu mengawal dan memadam sebarang komen kurang etika, kelihatan membiarkan sahaja lamaran nafsu (seperti ajakan berdating, kahwin-padahal telah bersuami) tersebut di ruangan komentar gambarnya, tanpa rasa bersalah.

Berterusan bercanda mereka melalui ruang komentar,  si lelaki dan wanita ada juga yang telah beristeri dan bersuami, cuma atas tiket kawan lama, sepejabat dan sebagainya, hal tersebut dibiarkan. Malah jika kedua-duanya masih bujang sekalipun, ia tetap BERDOSA dan SALAH di sisi Islam kerana ia termasuk dalam kategori larangan Allah ‘janganlah kamu menghampiri zina'.

Saya bimbang, ramai pula lelaki yang menjadi dayus dek kerana gambar isteri terdedah aurat ( atau menutup aurat kurang sempurna) ditayang  sehabisnya di facebook. Baca perihal ciri lelaki dayus di sini .

3)  Penyamaran
Lelaki menyamar sebagai wanita untuk menjadi friend dan seterusnya mendapat maklumat wanita. Ada dilaporkan juga, sebahagian lelaki berang kerana tidak diluluskan menjadi ‘friend' seseorang wanita. Akibatnya, si lelaki tidak mendapat kemudahan akses kepada gambar-gambar wanita tersebut. Bagi membolehkannya mendapat akses, terdapat lelaki yang mula menyamar menjadi wanita, meletakkan gambar mana-mana wanita yang boleh dijumpai secara mudah tertebaran di interent, diletakkan sebagai dirinya. Melalui cara itu, lelaki ini berjaya menjadi friend dan menonton seluruh gambar wanita terbabit dan berbuat apa yang disukainya dengan gambar itu.

Si wanita yang pada asalnya merasa selamat kerana merasakan dirinya telah menapis sebaiknya, rupanya masih terdedah gambarnya kepada yang orang yang tidak sepatutnya. Kerana itu, walau anda hanya membenarkanfriend untuk menatapi gambar anda, pastikan semua gambar tersebut masih terhad dan terjaga.

4)  Download gambar untuk simpanan dan tatapan.
Dimaklumkan juga, akibat dek kerana gambar wanita yang terlalu ‘bersepah' difacebook, terdapat lelaki berhati buas yang memuat turun gambar tersebut dan disimpan sebagai koleksi peribadinya. Justeru, sedarlah, mana-mana wanita yang dikurniakan Allah punyai ‘rupa' yang menurut pandangan ramai sebagai elok dan menawan. Golongan sebegini amat perlu sekali lebih berwaspada lebih daripada mereka yang lain.

Malangnya, golongan sebegini kelihatan lebih ghairah menjaja gambar mereka untuk mendapat lebih banyak pujian dan ...'DOSA'. Simpan sahajalah gambar-gambar 'kiut' (cute) anda, cukuplah ia buat tatapan suami. Cukuplah pujian rakan sekeliling yang benar-benar mengenali anda. Tidak perlulah tamakkan pujian manusia luar. 

Tunggu sahajalah pujian para malaikat dan bidadari di Syurga nanti, terlampau tidak sabarkah wahai diri? Sedarilah, ke'kiut'an anda mungkin menjadikan sebuah rumahtangga hancur, kecemburuan wanita lain, kerana boleh wujud gejala suami yang membanding-bandingkan wajah dan tubuh anda dengan isterinya. Jika itu berlaku, pemilik gambar mendapat saham dosa.

5)  Tagging gambar tanpa izin dan gambar silam yang membuka aurat.
Tagging atau menandakan sesuatu gambar yang disiar merupakan satu fungsi mudah untuk menyebarluaskan gambar seseorang termasuk diri sendiri kepada kenalan dan rakan. Malangnya fungsi ini menjadi sumber dosa yang banyak juga dewasa ini. Isu ini juga pernah ditulis oleh beberapa penulis lain seperti Ust Abu Umair dan Sdr Shahmuzir. Saya ingin menegaskan lagi tulisan mereka.

Ini adalah kerana, terdapat ‘trend' menyebarkan gambar-gambar lama, dan kemudian meletakkan taggingkepada individu di dalam gambar. Perlu disedari, setiap gambar yang di'tag', akan muncul dan boleh dilihat oleh semua friend, dan rakan kepada friend tersebut juga boleh menontonnya

Ini boleh menjadi dosa, kerana :-

a-      Sebahagian individu di dalam gambar terbabit mungkin dahulu tidak menutup aurat, tetapi kini telah menutup aurat. Justeru penyebaran gambarnya yang tidak menutup aurat adalah haram.
b-      Individu terbabit berada di dalam rumah, bersama keluarga, justeru penutupan auratnya tidak begitu sempurna kerana di dalam rumah sendiri atau di dalam keadaan ‘candid', tetapi akibat ketidakperihatinan sebahagian ahli keluarga terhadap hal aurat. Gambarnya yang sedemikian tersebar. Sepatutnya, kita yang di'tanda' boleh dengan segera delete 'tag' itu, hasilnya walau gambar masih tersiar tetapi ia tidak mempunyai sebarang pengenalan. Itu paling kurang boleh dilakukan oleh individu yang prihatin dan berawas-awas. Namun malangnya, sebahagian pemilik facebook tidak sedar mereka boleh ‘untagged' nama mereka. Malah kalau mereka boleh untagged sekalipun, penyebaran gambar sedemikian tetap salah dan berDOSA di dalam Islam.
c-      Gambar mengaibkan orang lain. Gambar yang disiarkan itu, walaupun menutup aurat, tetapi dalam situasi mengaibkan. Mungkin ia tidak mengaibkan individu yang menyiarkannya kerana dia dalam keadaan baik dan bagus. Namun rakannya berada dalam situasi mengaibkan, tambahan pula dia kini merupakan ‘seseorang' yang terhormat, punyai kedudukan baik di mata masyarakat,. Apabila gambar sedemikian disiarkan, ia mencemar nama baiknya. Penyiaran sebegitu sama seperti mengutuknya secara langsung di khalayak ramai, sama ada sengaja atau tidak, semua perlu sedar..anda mungkin bebas menyiarkan gambar anda, namun gambar orang lain. Keizinan perlu diperolehi terlebih dahulu sebelum siaran dibuat.

6. Mengutuk diri sendiri & kebaikan

    Adakalanya terdapat juga wanita-wanita berpenampilan cukup solehah, berpakaian extra caution dalam bab aurat sewaktu zaman universiti atau sekolahnya. Namun sesudah masuk ke alam pekerjaan dan perkahwinan, imejnya berubah begitu drastik dengan make up cukup jelas menghiasi wajah, baju bekerlipan warnanya, yang tebal dahulu sudah jadi nipis, adakalanya tidak sempurna dan macam-macam lagi. Alasannya? Seribu satu macam. Suami pula mungkin bukan dari jenis yang cermat untuk menegur dan menasihat.
    
Yang menyedihkan, apabila tersiar gambar lamanya yang berpakaian extra caution lagi sopan di facebook, disiarkan oleh rakan-rkana lama. Tuan punya tubuh, kelihatan tanpa malu dan segan mengutuk dirinya sendiri sama ada secara langsung atau tidak langsung.  Lahirlah kata-kata, ‘zaman aku ekstrem', ‘zaman solehah', ‘waktu innocent', zaman-zaman suci', 'itu zaman kuno dulu', 'itu masa duduk bawah tempurung' dan lain-lain frasa yang sepertinya.

Tanpa disedarinya, ia mendedahkan keaiban dirinya sendiri, apabila berkata zaman solehah, bermakna kini adakah dia mengaku tidak lagi solehah?, kini tidak suci?. dan lain-lain. Ia juga sekaligus seolah mengutuk pemakaian sopan dirinya dahulu. Ingatlah wahai diri, jika tidak mampu istiqamah atas pakaian dan penampilan dahulu, janganlah sampai mengutuknya. Kerana ia sama seperti mengutuk pakaian yang sopan lagi baik, seolah mendahulukan yang kurang baik.


KESIMPULAN
Itulah facebook, ia boleh menjadi sumber pahala, jika diguna dengan betul, boleh menjadi pemudah azab jika digunakan tanpa ilmu dan limitasi. Berhati-hatilah dan berpada-padalah pemilik facebook.
Niat untuk mendekatkan ukhuwwah antara rakan lama, sekolah dan sebagainya tidak sama sekali boleh menghalalkan sembangan mesra, gurauan senda di antara suami dan isteri orang, antara lelaki dan wanita yang bukan mahram. Ia hanya akan membawa kepada kemudaratan dan keruntuhan rumahtangga. Janganlah lagi mempermainkan nama 'ukhuwah' untuk berbuat dosa.
Ukhuwwah itu hanya terhad sesuatu yang membawa kepada ingatan kepada Allah, mengajak kebaikan dan menjauh kemungkaran. Lihatlah surah al-Hujurat dan fahamkan kalam Allah sebaiknya akan erti ukhuwwah di kalangan mukmin.
Sekian

Zaharuddin Abd Rahman
3 Mei 2010

daun African Leaf

In chinese, nama nye "Nan Hui Ye", dengarnye elok tuk diabetis & darah tinggi.





http://en.wikipedia.org/wiki/Vernonia_amygdalina